Seperti Pilihan Kedua


    Kamu menemuiku saat dia sedang tak ingin menemuimu. Kamu berbicara padaku saat dia sedang tak ingin berbicara padamu. Aku menyadari itu, apa aku ini bagimu? selir kah? atau hanya penemanmu disaat dia tidak ingin melakukan apa yang biasa kalian lakukan? setidak penting itukah aku di hidupmu hingga kamu menjadikan ku pilihan keduamu? Apa kamu tau bagaimana perasaan ini saat menyadarinya? 
    Kamu mencariku saat dia mengabaikanmu. Kamu perhatian kepadaku agar kamu mendapat perhatianku saat dia sedang tidak memerhatikanmu? Memang apa yang kamu pikirkan saat melakukan ini semua? Datang jika ada maunya. Pernah kah kamu berpikir bagaimana rasanya dijadikan pilihan kedua seperti ini? aku memang bodoh sempat berpikir aku lah satu-satunya yang kau perlakukan seperti itu.
     Kamu mengabaikanku saat sedang bersamanya. Kamu anggap aku tidak ada saat sedang bersamanya. Memangnya aku ini apa? pelarianmu? apa kamu masih punya perasaan? melakukan semua ini kepadaku? berpura-pura mencintaiku karna dia sedang marah kepadamu. Aku cukup bodoh mengira kamu tulus kepadaku, tidak aku memang bodoh mengira aku lah satu-satunya yang kau perlakukan seistimewa itu ternyata ada yang lebih kau istimewakan.
     Aku selalu berpikir bagaimana perasaanmu jika suatu saat aku menjauh darimu. Oh,aku tau kamu tidak akan merasa kesepian dan hampa seperti yang aku rasakan saat kamu menjauhiku jika dia sedang menghiraukanmu kamu bisa mencari pelampiasan cinta yang lain. Huft :') seperti ini lah rasanya menjadi pilihan kedua. Seperti selir yang melayani raja saat permaisuri enggan melayaninya. Seperti pulpen jelek yang dipakai saat pulpen bagus tidak ada. Seperti modem butut yang dipakai saat modem bagus tidak ada. Seperti kertas lusuh yang dipakai saat kertas bagus tidak ada. Kapan aku bisa menjadi seorang permaisuri yang menjadi pilihan pertama di hatimu? Kapan posisinya bisa aku geser? Setidak penting kah itu aku di Hidupmu sehingga hanya menjadi cadangan?:") Terimakasih atas pelajaran menjadi pilihan keduanya :')

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

semoga bahagia


 Aku masih menunggumu, walau aku tau kamu tidak pernah pedulikan aku. Aku masih mengharapkanmu, walau aku tau kamu tidak pernah mau mengharapkanku. Aku merasa seperti orang bodoh, yang mencintai padahal aku tau yang aku cintai tidak balik mencintaiku. Terus terang, aku masih mengharapkan kamu... mengharapkan kita, kita yang dulu. Entahlah padahal tak dapat dihitung berapa kali kamu mengecewakanku dan membuatku menangis.
 Aku memang bodoh ya... kenangan kita masih membekas dihatiku mungkin kamu sudah lupa karna kamu kan sudah mempunyai penggantiku. Seorang wanita yg cukup baik,cukup mengerti kamu,cukup bisa membuatmu bahagia. Dan cukup bisa menggantikan posisiku dihatimu. Kenapa kamu cepat sekali menemukan gadis yang lebih baik daripada aku? Sementara aku? Masih menunggu agar kamu dapat kembali kedekapanku walau aku tau itu mustahil.
 Aku masih mengingat saat kita masih bersama. Kamu selalu minta maaf saat kamu membuatku menangis, kamu berusaha menghiburku saat aku sedih. Sekarang? siapa yang bisa menggantikan semua itu? Tidak ada lagi yang seperti kamu. Tidak ada lagi yang aku cintai seperti aku mencintaimu. Tidak ada lagi yang membuatku tertawa seperti saat aku bersamamu. Yang tersisa hanya sebuah memory masa lalu yang tidak dapat aku ulang lagi. Tidak ada yang bisa menggantikanmu.
 Kamu terlalu sulit digantikan, hanya kamu yang bisa buat aku nyaman, sekarang? Kamu pergi dengan dia, semoga bahagia. Aku senang jika kamu senang, asal kamu janji kamu gak akan sakit hati karena dia ya? Jaga dirimu baik-baik...aku sudah tidak dapat lagi mengingatkanmu untuk makan,istirahat,dan belajar. Tidak dapat lagi menangis saat aku mendengar kabar bahwa kamu sedang sakit. Tidak mendapat ucapan selamat pagi dan selamat tidur darimu... karena itu semua sudah menjadi hak orang lain. Gadis yang lebih lebih dan lebih baik daripada aku. Semoga bahagia :")

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS